Kamis, 27 Oktober 2011

Semesta mendukung

Semesta mendukung



kesuksesan film layar lebar terbaru semesta mendukung berbanding lurus dengan kejadian2 unik yang menghiasi erita masyarakat madhura khususnya sumenep. sumenep merupakan kabupaten paling ujung pulau Madura yang sangat kental dengan budaya karaton selayaknya jogja namun tidak semua orang mengetahui hal itu. dari film ini saya mewakili masyarakat sumenep berterimakasih karena telah memperkenalkan budaya Madura pada umumnya sumenep khususnya dan memberikan efek positif pada madhura yang terkesan

 sangar dan ganas.padahal jika kita melihat secara realitanya masyarakat Madura tidak demikian,orang –orang Madura welcome terhadap suku lain.karena yang menjadi pedoman masyarakatnya “kamu baek aku bakal
lebih baik dan juga sebaliknya”. Pada saat kru film semestaku mendukung mulai suting di sumenep,masyarakat sumenep berbondong-bondong melihan sampe – sampe jln marengan laok di tutup saking banyaknya orang yang pengen tau prosesi suting dan melihat para artisnya yang cantik2… hehehehe…. Satu hal lagi yang bikin aku dan temen-temen ketawa, kan sebagian orang sumenep mengembala sapi jadi tiap pagi (subuh) mereka pada mencari rumput.kebetulan pada saat itu ada seorang kakek2 pak halki namanya yang mengambil rumput (ngarek),dan kebetulan juga kru mestaku mendukung melihat kakek itu dan mengambil gambarnya,eh …kakek itu kaget dan langsung berdiri dan berhenti mengambil rumputnya,namun sama kru di panggil dan suruh lanjutin untuk di ambil gambarnya,kakek itu pun mau soalnya di kasik uang 50 ribu,lumayan kan….kakek itu berterima kasih banget pada kru cz kakek itu satu-satunya orang yang pada saat itu mengambil rumput di belakangnya kantor PT.GARAM orang2 sana menyebutnya pasar pabrek. lalu kakek itu pulang dan mengabarkan pada keluarga dan tetangga sekitar klo di beri uang oleh kru mestaku mendukung. Para tetangga sekitarpun terkejut dan keesokan harinya berbondong-bondong mencari rumput di lokasi yang sama,sampe – sampe yang tidak punya binatang ternak pun ikut mencari rumput,mereka berlomba – lomba agar mendapatkan uang 50 rbu sampek e palaggui…. mereka nunggu lama kru flem sampe siang,ya uda abis orang ngambil gambarnya satu hari dan mereka pulang dengan tangan hampa dan jdi bahan ketawa tetangga sekitar. wkkwkwkwkwkwkwk…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar